Jumat, 24 September 2010

Konservasi Lingkungan Laut Secara Efektif


Suatu Kawasan Konservasi  Dalam Penataan Wilayah Lingkungan Laut Secara Efektif

Beragamnya pemamfaatan laut menuntut adanya pengaturan yang tegas guna menghindari konflik pemamfaatan ruang di laut. Melihat luasnya perairan dan kompleksitas karakter perairan di Indonesia, maka diperlukan suatu konsepsi pendekatan secara Micro dan Macro dalam penataan wilayah laut.
Penatan secara macro dimaksudkan sebagai langkah pengenalan karakter dan perkiraan prioritas pemamfaatan yang dapat ditetepkan pada suatu kawasan perairan. Sedangkan pendekatan secara mikro merupakan langkah-langkah penetapan jenis dan batas-batas pemamfaatan lahan laut berdasarkan prioritas pemamfaatan disuatu kawasan perairan yang telah ditetapkan sebelumnya. Pendekatan mikro ini lebih ditekankan pada peninjauan terhadap ketersediaan sumberdaya, sifat dinamika laut, kerentanan bencana, kerentanan konflik dan pemamfaatan ruang dan daya dukung lahan laut. Disamping itu penetapan jenis dan batas pememfaatan lahan laut yang didasarkan pada aspek Ekonomi, Ekologi, dan Sosial budaya.

Faktor- faktor yang perlu di perhatikan yaitu:
Dapat dilihat pada gambar di bawah ini:









a. Permukiman penduduk       b. Jalur Trasportasi/akses Jalan darat








c. Biota-biota yang dilindungi            /Fauna  d. Flora           e. Kapal & Pelabuhan Perinkanan









f. Pembangunan Infrastuktur seperti Migas           g. Pusat Perbelanjaan/ Metropolitan
Dari beberapa hal diatas dapat kita lihat bahwa pengembangan wilayah pesisir itu sangat kontoversial kondisi ini haruslah di pertimbangkan baik-baik oleh pemerintah. Selanjutnya penetapan Prioritas pemanfaatan suatu kawasan perairan di lakukan berdasarkan fungsi pemanfaatan meliputi:
  1. Fungsi Ekonomi
Fungsi ini dimaksudkan sebagai kebijakan secara macro bahwa kawasan perairan tetap sebagai kawasan pertumbuhan Ekonomi. Berdasarkan karakter yang dimiliki setiap perairan.  Beberapa hal yang sangat penting yaitu: Komoditi Ungulan, kebutuhan infrastruktur, arah kelembagaan, arah format jaringan pemasaran produk, ataupun perkiraan tingkat kerawanan bencana. Hal ini dapat memberikan masukan salam penyusunan skala prioritas pemamfaatan di kawasan perairan tertentu.
  1. Fungsi pertahanan dan keamanan
Disamping itu ada beberapa kawasan perairan tertentu memiliki kerawanan terhadap penyeludupan, praktek penagkapan secara ilegal, perampokan, atau tindakan kejahatan lainnya.
  1. Fungsi Konservasi
Fungsi ini di maksudkan sebagai langkah mempertahankan kelangsungan suatu kondisi alam, sosial, budaya, ataupun kearifan lokasi ditentukan pada sautu kawasan perairan atau pulau.
Fungsi konservasi ini juga bertujuan dalam menjaga Keberlanjutan akan suatu sumberdaya laut yang ada dimana ekosistemnya akan terjaga contohnya kawasan tersebut di jadikan sebagei daerah perlindungan laut.
  1. Fungsi Penetapan Prioritas Konservasi
-          Perlukaitan yang jelas antara kondisi keanekaragaman hayati dengan sasaran dan tujuan konservasi
-          Gunakan proses yang trasparan dan dapat diulang di tempat lain untuk mengembangkan prioritas yang kredibel
-          Harus ada klarifikasi prioritas konservasi
-          Evaluasi berbagai kekurangan dan kelebihan suatu sistem atau metode penetapan prioritas yang relevan
-          Libatkan seluruh pihak yang bertangung jawab untuk implementasi tindakan konservasi
-          Libatkan masyarakat dan pemangku kepentingan yang relevan
-          Pertimbangkan kesesuaian prioritas dengan konteks kebijakan dan kelembagaan
-          Kaitkan prioritas konservasi dengan proses perencanaan dan formulasi kebijakan lainnya
-          Siapkan proses untuk revisi dan kaji ulang secara berkala demi menghindari ha-hal yang akan terjadi kemudian 
Juga untuk menjaga konflik lahan antara Investor dan Masyarakat yang tinggal di daerah pesisir (Nelayan) maka perlu adanya satu akses pelabuhan perikanan, kapal penangkapan Ikan yang beroperasi di laut lepas demi menghindari penangkapan pada daerah Konservasi, jalur akses darat yaitu jalan raya untuk dapat mengakses kendaraan darat sehinga dampak pelayaran pada jalur laut setidaknya dapat di minimalisir, Koperasi simpan pinjam, Pasar Ikan, adanya industri-industri  pengelolahan hasil-hasil laut, secara merata dalam masyarakat. Maka dengan hal demikianlah kita dapat menggelolah suatu kawasan laut untuk dijadikan Sumber Devisa Kepada Negara dengan Efisiensi dan Aman tanpa merusak Ekosistem yang ada.

2 komentar:

  1. Halow teman" Marine Science se Indonesia Kami Marine Science Unsrat... bergabung lah dengan kami and saling berbagi Informasi dan jurnal" kelautan yach,,.. ini Blog kami... marine science Universitas Sam Ratulangi Manado....

    BalasHapus
  2. viva marine science

    BalasHapus