Kamis, 03 Maret 2011

CTD (Conductivity Temperatur Depth) Post By: Junet. Korwa Divers


CTD (Conductivity Temperatur Depth) adalah instrumen yang digunakan untuk mengukur karakteristik air seperti suhu, salinitas, tekanan, kedalaman, dan densitas. Secara umum sistem CTD terdiri dari unit masukan data/input, sistem pengolahan, dan output. Unit masukan data terdiri dari sensor CTD, rosette, botol sampel  dan kabel koneksi, penggolahan menggunakan perangkat lunak yang ada berupa system operasi ODV (Ocean Data View) dan Microsoft Excel dan output berupa grafik dari data stasiun. (Hertikawati 2010).
Pada Prinsipnya teknik pengukuran pada CTD ini adalah untuk mengarahkan sinyal dan mendapatkan sinyal dari sensor yang mendeteksi suatu besaran, kemudian mendapatkan data dari metode multiplex dan pengkodean (decode), kemudian memecah data dengan metode enkoder untuk di transfer ke serial data stream dengan dikirimkan ke kontrol unit via cabel ke komputer yang sudah terpasang
CARA MENGANALISIS DATA CTD
            Data mentah umumnya memiliki kesalahan/error, dari frekuensi atau periode digital biasanya nilai-nilai data mentah ini harus berada pada skala fisika yang sesuai seperti desibar untuk tekanan derajat celcius (0C) untuk temperatur, rasio untuk konduktivitas dan salinitas praktikal untuk salinitas. (UNESCO,1981). untuk pengambilan data salinitas secara digital direkam oleh perangkat hardware komputer dan perangakat solfware yang dikoneksikan pada CTD  juga sering mengalami kesalahan, dengan demikian untuk memperkecil hal tersebut biasanya di gunakan perangklat lunak agar data mentahnya dapat di sajikan dalam bentuk grafik tiga dimensi yang langsung dapat dilihat secara jelas.
Dalam mempelajari laut tidaklah mudah dengan demikian maka memerlukan pengamatan dan pengukuran yang tepat untuk mencapai tujuan-tujuannya. Hal ini terkait bidang ilmu fisika, kimia dan matematik, dan menggunakan prestasi yang ada dalam bidang pengenbangan ilmu teknologi dan rekayasa. Namun untuk melakukan penelitian lapangan lingkungan laut tidak mudah dipenuhi oleh peralatan laboratorium/instrument penelitian yang standar. Maka sebagai konsekuensinya, dilakukan pengembangan dan pembuatan instrumentasi oseanografi yang lebih cangih untuk dapat menganalisa lingkungan laut secara lebih mendalam.
Instrumen CTD (Konduktivitas-Temperatur-Depth). Merupakan salah satu cara saat ini dimana untuk mengukur karakteristik air seperti salinitas, suhu, kedalaman, tekanan, dan densitas.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar